Psikologi dan Informasi serta Eksistensi Lintas Dunia

we are a brain washed generation

Psikologi dan Informasi serta Eksistensi Lintas Dunia merupakan fenomena apik yang kalau dibahas ternyata sangat asik dan mengedukasi.

Di era digital saat ini kita sudah tidak lagi heran ketika melihat orang bertingkah sendiri di depan gadget. Hal ini terjadi karena se-begitu seringnya kita menjumpai dan melihat orang-orang berselancar dan asik sendiri di dunia yang ada pada genggaman mereka masing-masing. Apakah ini salah?

Eiits… belum-belum udah main tanya salah saja, sebentar dulu dong. Fenomena ini boleh saya sebut “Kehidupan Pra-Modern” yaitu transisi dari era yang biasa kita sebut generasi “Generasi Old” ke generasi “Gen Z”, sepertinya terdengar deskriminatif tetapi memang begitu kenyataannya.

Loading...

Sudah banyak manusia yang mulai membuka pikirannya untuk berkembang lebih maju untuk bisa menghasilkan sebuah solusi dan inovasi dalam konteks sosial hingga ekonomi. Sekarang banyak sekali UMKM dengan variasi yang beragam dan sering kita jumpai nama-nama merk/brand bersliweran di Media Sosial seperti Facebook, Twitter, dan Instagram. Banyak dari pelaku bisnis ini mengambil sebuah keputusan bisnis berdasarkan informasi yang mereka tangkap dan terjadi di Internet.

Baca juga: Saatnya Bisnis Anda Go Online Dan Tingkatkan Penghasilan

Sedangkan dampak dari Pra-Modern di sisi sosial, orang-orang sekarang cenderung bersimpati terhadap hal bersifat sentimentil (Iba, kasihan, dan ingin membantu) yang jauh dari laku-tidakannya sebagai manusia yang menapakan kakikanya di bumi karena meraka jauh lebih hebat untuk melihat tragedi secara visual dari layar 4 – 4.5 inci yang ada digengaman tangan mereka daripada melihat gambaran yang jauh lebih besar dan nyata di depan matanya yaitu dunia (kenyataan).

Dari dua konteks sosial dan ekonomi ini jelas terjadi transisi yang menarik jika dilihat dari berbagai macam sudut pandang, karena akan menjadi analisa yang jauh lebih dalam untuk menentukan strategi berpikir dan bertahan di era yang akan datang, karena dari pengalaman inilah kita semua ter-edukasi.

Lalu apa yang akan kita bahas secara mendalam pada blog/artikel ini? Topik pembahasannya adalah Pengaruh Psikologi dan Teknologi Informasi terhadap Masyarakat dan Kehidupan Sosial EkonomiJanSuuuuoog…

Teknologi Informasi

Teknologi Informasi (TI), atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah Information Technology (IT) adalah istilah umum untuk teknologi apa pun yang membantu manusia dalam membuat, mengubah, menyimpan, mengomunikasikan dan/atau menyebarkan informasi.

Wikipedia

Teknologi Informasi sungguh membantu peradaban manusia untuk bisa mendokumentasikan pekerjaan atau peristiwa kemudian mengkomunikasikannya secara cepat melalui bebagai medium teknologi. Ada 6 proses yang terjadi diantara teknologi dan informasi.

1. Capture

Secara teori arti capture atau menangkap disini dapat diartikan sebagai menginput. Misalnya, menerima inputan dari mic, keyboardscanner, dan lain-lain. Namun pada konteks pembahasan ini kita harus melihat dan menelaah secara realistis apa makna capture itu sendiri di kehidupan sehari-hari.

Dengan teknologi informasi manusia dimudahkan untuk mendapatkan sesuatu yang sebelumnya susah untuk didapatkan, sebagai contoh; membeli barang yang dulu hanya bisa kita dapatkan ketika kita di tokonya secara langsung, sekarang terjadi kebalikannya, toko-toko tersebut yang terkadang datang di hadapan layar 4 – 4.5 inci yang kita miliki.

Hal ini menjadi bukti bahwa teknologi begitu membantu kehidupan kita sehari-hari, disisi lain teknologi juga merekam segala aktifitas manusia yang dilakukan secara daring secara realtime tanpa batasan ruang dan waktu yang menjadikan kita terkadang lupa dan terlalu asik melihat berbagai macam peritiwa yang ada di depan mata.

Input atau masukkan yang tersurat di atas dalam sudut pandang kehidupan sehari-hari adalah tingkah laku kita manusia ketika menulis, merekam, membagikan informasi di internet.

2. Processing

Processing Mengolah atau memroses data masukkan yang diterima untuk menjadi informasi. Pengolahan dan pemrosesan data dapat berupa mengkonversi, menganalisis, dan menghitung (kalkulasi).

Dari pengertian tersebut di atas, bahwasanya apa saja yang telah kita berikan/masukkan/sebarkan akan diproses untuk dijadikan sebuah informasi sehingga bisa dapat dianalisa, dikonversikan, dan dihitung berapa dan untuk apa informasi tersebut akan digunakan serta oleh siapa dan bagaimana kemudian hasilnya akan disribusikan.

Tahap ini akan sangat menarik jika sobat seorang kreator atau pembisnis yang memang berburu data untuk dijadikan sebuah wawasan yang bisa membangun sebuah citra pada pasar dan menentukan segmentasi bisnis yang sedang sobat jalankan.

Apakah sobat sudah faham sampai ditahap ini? Atau masih bingung dengan konteks dan korelasinya? Ok lanjut…

3. Generating

Generating atau menghasilkan atau mengorganisasikan informasi ke dalam bentuk yang berguna atau laporan yang dapat dimengerti oleh orang lain. Misalnya seperti, laporan, tabel, grafik, dan gambar, apapun.

Setelah proses input dan processing sudah terpenuhi, saatnya hasil dari proses tersebut kita dapatkan. Informasi yang sudah diolah menjadi pengetahuan akan dijadikan alat untuk medukung suatu tindakan atau keputusan. Tentu pengetahuan atau wawasan ini akan sangat bermanfaat ketika berada di sisi yang baik atau justru akan sebaliknya.

Sama halnya dengan analogi pisau yang mungkin kita pernah dengar:

Pisau akan berguna dengan baik untuk memotong sayur atau mengupas buah, jika ditangan orang yang baik. Tetapi pisau akan menjadi senjata untuk menyakiti seseorang, jika ditangan orang yang jahat.

Dari 3 proses yang terjadi diantara Teknologi dan Informasi ini bisa sobat bayangkan, betapa menariknya kehidupan di masa yang akan datang.

4. Storage

Storage atau merekam atau menyimpan data dan informasi dalam suatu media yang dapat digunakan untuk keperluan lain. Contohnya adalah menyimpan ke hard disk, flash disk, tape, dan lain-lain.

Semua yang sudah dijelaskan sebelumnya dari proses pertama hingga ketiga kemudian semuanya disimpan dengan rapih dan teliti di awan yang kita sebut dengan internet. Kejadian demi kejadian disimpan dan ditata sesuai dengan kategori dan segmentasinya di rak-rak yang digantung di atas awan.

Jika sobat berpikir sesuatu yang sudah pernah kita bagikan di internet kemudian terjadi kesalahan dan lalu kita menghapusnya, maka konten tersebut hilang se-hilang-hilangnya? Jawabannya absolutly NO!

5. Retrival

Retrival atau menelusuri dan mendapatkan kembali informasi atau menyalin data dan informasi yang sudah tersimpan. Misalnya mencari data penjualan yang sudah disimpan sebelumnya.

Tentu pada tahap ini apapun yang sudah kita simpan terkadang ingin kita ambil kembali untuk keperluan tertentu. Hal ini memungkin kita bisa mengingat dan mempelajari kesalahan atau kelalaian supaya bisa menjadi antisipasi di masa yang akan datang.

Sekarang sedang trend Youtube tentang video-video unggahan lama yang tiba-tiba muncul di beranda halaman. Ada video 3 tahun yang lalu 5 tahun yang lalu bahkan. Kenapa hal ini bisa terjadi menurut sobat? bisa tinggalkan dikomentar yah!

6. Transmission

Transmission atau  mengirim data dan informasi dari suatu lokasi ke lokasi lain melalui jaringan komputer. Misalkan dengan mengirimkan data penjualan dari satu user ke user yang lainnya.

Tahap ini adalah tahap akhir yang terjadi diantaran Teknlogi dan Informasi, setelah ditangkat, diproses, dihasilkan, disimpan, dicari kemudian dibagikan.

Dari cepatnya informasi yang kita terima hari ini, ternyata ada 6 proses yang terjadi dan menjadi penting untuk diketahui untuk bisa lebih bijaksana membagikan data atau informasi ke publik terutama di internet.

Dengarkan juga Podcast Betta tentang Psikologi dan Internet di Anchor.FM

Psikologi

Internet dan manusia merupakan hal yang memiliki hubungan erat apalagi di era seperti sekarang ini, internet digunakan dan dimanfaatkan oleh hampir semua kalangan dan semua lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa mengenal dan menggunakan internet.

Internet merupakan akses seseorang untuk memasuki dunia maya yang mana di dunia maya orang-orang bebas mengekpresikan diri mereka hingga tidak jarang internet digunakan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab sebagai sarana untuk mendapatkan keuntungan dengan merugikan orang lain.

Internet tentu saja memiliki dampak positif dan negatif bagi penggunanya, contoh positifnya anak-anak bisa lebih kreatif mengembangkan bakat mereka di bidang teknologi, mendapatkan informasi dengan mudah dan masih banyak lagi contoh lainnya, adapun contoh dari dampak negatifnya di internet sangat luas, di internet banyak sekali situs pornografi yang bisa di akses siapa saja, situs-situs tersebut sangat merugikan seseorang apalagi anak-anak yang mana akibatnya akan sangat fatal bagi perkembangan anak karena bisa merusak moral anak dan bangsa. masih banyak lagi contoh dari dampak negatif dari internet ini.

Kita sebagai pengguna internet ada baiknya menggunakan fasillitas ini dengan bijak agar tidak disalahgunakan. Dan bagi para orang tua untuk membatasi dan mengawasi anak-anak mereka dalam berinteraksi dengan internet agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan bersama.

Mungkin kita sering sekali mengamati apa yang orang-orang lakukan di internet menurut saya internet bisa mempengaruhi banyak perilaku manusia antara lain gaya hidup. Gaya hidup sesorang yang sering di umbar-umbar di sosial media dapat menimbulkan gesekan antar lapisan masyarakat hingga menyebabkan cemburu sosial dan bahkan tidak jarang orang-orang akan meniru gaya hidup seseorang yang kadang di luar batas kemampuannya sendiri, di sini internet di gunakan sebagai sarana untuk pamer kekayaan, kebahagiaan, gaya hidup dll. Dan ini ditulis bukan atas dasar kekecewaan atau cemburu terhadap perilaku seseorang di internet, justru saya senang melihat orang-orang berpemer-ria dengan membeli dan menghambur-hamburkan uang untuk hal yang tidak perlu, apalagi sampai menjadi trend (Sssstttt…. saya kan pembisnis.*JAHAD*). Hal ini secara tidak langsung mempengaruhi psikologis seseorang, ada stress yang bisa di timbulkan oleh internet.

Di internet seseorang bisa berubah tiga-ratus-enam-puluh derajat dari kepribadian aslinya karena di internet seseorang bebas berekspresi dan mengekspresikan diri mereka, tidak jarang kita temui keluhan, omelan, makian bahkan amarah seseorang di sosial media mereka, ini menunjukan tingkat kebutuhan seseorang terhadapa internet itu semakin tinggi, jadi internet bisa kita gunakan sebagai acuan untuk melihat seseorang secara keseluruhan. Internet itu menjauhkan yang dekat namun mendekatkan yang jauh secara bersamaan. Coba perhatikan jaman sekarang seseorang lebih suka berinteraksi dengan smartphone mereka dibandingkan berinteraksi langsung dengan orang yang ada disekitarnya.

Disini saya juga akan memberi beberapa contoh dari dampak internet terhadap psikologi yang saya kutip dari beberapa sumber, mungkin bisa memperjelas dari apa yang ingin disampaikan pada blog/artikel ini dan bisa sebagai pengetahuan kita tentang internet dan psikologi.

Apakah internet dapat digunakan sebagai alat untuk eksplorasi diri?

Pertanyaan tersebut bukanlah tanpa alasan mengingat banyak situs yang menampilkan berbagai test EQ maupun IQ. Selain itu teknologi dunia maya ini memberikan banyak kesempatan kepada individu untuk mengekspresikan diri secara unik. Namun demikian para Psikolog berpendapat, kalau seseorang gagal mengintegrasikan antara diri sejati (kenyataan) dengan diri yang diekspresikan secara berbeda di internet, maka hal ini akan sangat berbahaya bagi pertumbuhan pribadi orang tersebut.

Ngemeng-ngemeng dampak internet sebagai alat explorasi diri, para Psikolog memandang hal tersebut tergantung dari pribadi si penggunanya. Tentu internet akan bermanfaat jika mampu meningkatkan kehidupan seseorang, dan sebaliknya menjadi penyakit jika membuat kacau kehidupan orang tersebut. Pengaruh buruk akan terjadi jika internet digunakan sebagai sarana untuk mengisolasi diri. Banyak orang tidak sadar bahwa lama-kelamaan ia menutup diri terhadap komunikasi sosial secara nyata entah karena keasikan berselancar di internet atau karena internet dipakai sebagai jalan pelarian dari masalah-masalah yang berhubungan dengan kepribadiannya. Hal itu dapat terjadi karena ada individu yang menampilkan kepribadian yang berbeda pada saat online dengan offline.

Motivasi dibalik itu tentu berbeda antara satu orang dengan yang lain. Permasalahan akan rumit jika alasannya adalah karena individu tersebut tidak puas/suka terhadap dirinya sendiri (mungkin karena rasa minder, malu, atau merasa tidak pantas), lantas menciptakan dan menampilkan kepribadian yang lain sekali dari dirinya yang asli. Seringkali ia lebih suka pada kepribadian hasil fantasinya yang baru karena tampak ideal baginya. Padahal, menurut para Psikolog, hal ini tidak benar dan tidak sehat. Mengapa demikian?

Michelle Weil, seorang Psikolog dan pengarang buku terkenal, memberikan contoh konkrit tentang seorang gadis yang dijauhi oleh teman-temannya lalu kemudian menghabiskan waktu untuk mojok berchatting ria dengan menampilkan karakter yang sangat kontradiktif dengan karakter aslinya. Akibatnya, lama kelamaan ia semakin jauh dengan kenyataaan sosial yang ada, bahkan tidak bisa menerima diri apa adanya. Menurut pakar psikoanalisa terkenal seperti Erich Fromm, kondisi demikian dinamakan neurosis. Kondisi Neurosis yang berkepanjangan akan mengakibatkan gangguan jiwa yang serius. Michelle lebih lanjut menambahkan, bahaya latennya adalah terbentuknya kepribadian online yang berbeda dengan yang asli.

Dan faktanya, hal ini justru di-fasilitasi oleh beberapa platform untuk bisa membuat beberapa account media sosial. Dan dalam hal ini kita tidak bisa menyalahkan fasilitataror karena kabanyakan dari kita juga terkadang membutuhkannya untuk membedakan business account dengan general account. Tetap saja, tanggung jawab kita sebagai pengguna adalah bijak menggunakan internet.

Tentu saja ada pengaruh positif dari penggunaan (bukan kecanduan) internet terhadap kepribadian seseorang. Reid Steere, seorang Sosiolog dari Los Angeles mengatakan;

Jika seseorang menggunakan internet sebagai media eksplorasi diri dengan kesadaran penuh, ia akan mengalami pertumbuhan sebagai hasil dari refleksi dirinya secara utuh melalui internet.

Reid Steere

Kesimpulan

Apapun yang sedang kita hadapi sekarang ini adalah wujud dari proses transformsi dunia yang mungkin dialami oleh umat manusia dari masa ke masa. Dari tulisan ini kita bisa mengambil beberapa keuntungan dan pelajaran dari dampak Pengaruh Psikologi dan Teknologi Informasi terhadap Masyarakat dan Kehidupan Sosial Ekonomi. (JanSuuuuoog) Untuk bisa memanfaatkan dengan bijak dan melindungi diri kita dari keburukan yang terjadi lintas dunia ini.

Sengaja pada tulisan ini saya (penulis) tidak memberitahukan secara gamblang apa manfaatnya bagi bisnis dan kehidupan kita sebagai manusia sehari-hari, akan tetapi dalam tulisan ini terkandung banyak sekali pelajaran untuk kita semua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#TanyaDulu

Boleh loh kalau mau tanya-tanya dulu sebelum menentukan proyek yang kamu mau.